Apakah Magang Termasuk Pengalaman Kerja? Ini Jawabannya!

Halo teman ABJAYA, apakah kamu seorang fresh graduate yang sedang bingung mengisi CV karena merasa hanya memiliki pengalaman magang tapi belum punya pengalaman kerja?

Terutama jika melihat situasi saat ini, banyak perusahaan memberikan syarat minimal pengalaman kerja yang tentu menyulitkan para fresh graduate untuk mencari pekerjaan.

Hingga pada akhirnya, mereka ragu melamar karena harus bersaing dengan orang-orang yang telah memiliki pengalaman kerja lebih lama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kini banyak mahasiswa atau para fresh graduate yang akhirnya memilih magang sebagai sarana mencari pengalaman kerja.

Namun pertanyaannya, apakah magang termasuk pengalaman kerja? Jadi, pastikan simak artikel ini sampai habis agar kamu tahu jawabannya secara detail!

Apa yang Dimaksud Pengalaman Kerja?

Pengalaman kerja adalah suatu dasar atau acuan ketika seseorang melakukan pekerjaan penuh waktu.

Orang tersebut atau si pekerja menjalaninya dengan suatu kemampuan, keterampilan, serta pengetahuan yang telah ia peroleh baik itu tindakan atau reaksi dalam kurun waktu tertentu.

Selain itu, mereka juga berani mengambil resiko, tantangan, dan tanggung jawab penuh dalam berbagai hal yang ia kerjakan.

Tentunya hal tersebut mencakup berkomunikasi secara baik dengan berbagai pihak demi kinerja, dan produktivitas sehingga ia dapat menjadi individu yang unggul di bidangnya.

Semakin lama atau luas pengalaman kerja, tentu orang tersebut akan menjadi semakin terampil dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan tempat ia bekerja.

Apakah Magang Bisa Dianggap Pengalaman Kerja?

Magang sendiri merupakan sebuah program yang biasanya terbuka untuk mahasiswa atau fresh graduate di suatu perusahaan dengan tujuan memperoleh pengalaman dan memperkenalkan dunia kerja yang sesungguhnya.

Dalam prosesnya, magang bisa menjadi sarana memperoleh pengalaman nyata layaknya dunia kerja. Selain itu, pemagang bisa mendapat banyak pembelajaran dan keterampilan baru melalui pendampingan secara intens bersama mentornya.

Meski demikian, beban kerjanya tidak akan seberat pekerjaan full time.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah jika tidak memiliki pengalaman kerja, apakah kita bisa menuliskan pengalaman magang sebagai pengalaman kerja?

Jawabannya adalah “tidak semua” pengalaman magang termasuk sebagai pengalaman kerja, kecuali telah memenuhi kualifikasi tertentu.

Singkatnya, magang bisa menjadi sebuah pengalaman kerja ketika pemagang terbukti berperan aktif dan dapat memberikan kontribusi nyata di perusahaan.

Kapan Pengalaman Magang Menjadi Nilai Tambah

Pengalaman magang bisa menjadi nilai tambah atau memenuhi kualifikasi agar bisa masuk sebagai pengalaman kerja. Berikut ini adalah beberapa nilai tambah ketika melaksanakan kegiatan magang, antara lain:

  • Menjadi lebih terampil dan menguasai skill di bidangnya setelah melaksanakan magang.
  • Durasi magang yang cukup jelas dan terdokumentasi.
  • Mendapat gaji atau imbalan selama magang.
  • Mengasah kemampuan softskill (kerja sama tim, disiplin, manajemen waktu).
  • Terlibat dalam proyek yang sesungguhnya.
  • Telah melakukan observasi dan pembelajaran dari profesional.
  • Menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang relevan.
  • Memiliki portofolio hasil kerja yang terdokumentasi.

Cara Menulis Pengalaman di CV

Inilah cara-cara yang bisa kamu gunakan untuk menulis pengalaman magang kamu di CV, yaitu:

  1. Buat Tujuan CV Semenarik Mungkin
    Tuliskan latar belakang dan kemampuan yang kamu miliki, serta tujuan karir yang sesuai dengan bidang yang akan kamu lamar, supaya profil kamu terlihat lebih relevan.
  2. Tentukan Letak Pengalaman Magang di CV
    Sesuaikan pengalaman magang dengan pengalaman yang kamu miliki. Jika pengalaman magang kamu sesuai dengan kualifikasi pengalaman kerja, maka tempatkan di bagian yang sama agar lebih mudah terlihat oleh recruiter.
  3. Gunakan Format dan Bahasa Seperti Pengalaman Profesional
    Meski hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu, kamu tetap harus menuliskan dengan bahasa yang profesional dan format yang rapi, supaya terlihat lebih meyakinkan.
  4. Tulis Jabatan dan Nama Perusahaan
    Tuliskan nama jabatan dan perusahaan tempat magang secara jelas. Hal ini membantu recruiter memahami bidang magang yang pernah kamu jalani.
  5. Sertakan Durasi Magang
    Jangan lupa menuliskan periode magang, mulai dari bulan, tahun (mulai hingga selesai). Durasi magang dapat memberikan gambaran seberapa lama kamu terlibat suatu pekerjaan.
  6. Tulis Tanggung Jawab dan Tugas Kamu
    Deskripsikan tanggung jawab yang kamu kerjakan selama magang secara singkat dan jelas. Fokus dengan bidang yang relevan dengan posisi yang kamu lamar, agar pengalaman terlihat lebih bernilai.
  7. Cantumkan Pencapaian atau Hasil
    Selain jobdesk harian kamu bisa menambahkan pencapaian yang berhasil kamu raih selama magang. Seperti menyelesaikan proyek tertentu, mencapai target, atau berhasil memberikan kontribusi nyata dan berdampak bagi perusahaan. Ini akan menjadi nilai plus di mata recruiter.

Baca juga: Apa Itu Magang? Ini Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya!

Penutup

Pengalaman magang bisa menjadi pengalaman kerja jika memiliki kualifikasi-kualifikasi tertentu. Jadi, kalau kamu tidak memiliki pengalaman kerja yang bisa ditulis di CV, kamu bisa menuliskan pengalaman yang telah kamu jalani selama masa magang.

Pengalaman magang yang tertulis dengan jelas dan terstruktur pada CV dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan peluang mendapat pekerjaan, dan tentunya akan meningkatkan potensi recruiter untuk melirik lamaranmu.

Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai. Jika menurut kamu artikel ini membantu, share juga artikel ini ke teman ABJAYA lainnya, supaya bisa memahami tentang pengalaman yang akan mereka cantumkan di CV mereka.