Alasan Resign Yang Baik: Sederhana Namun HRD Suka

Halo teman ABJAYA, ketika kamu merasa kurang cocok dengan pekerjaan kamu sekarang, resign akan menjadi keputusan yang kamu pilih. Tergantung alasan, resign memang terlihat sederhana namun kebanyakan HRD kurang suka.

Tentu saja, ini bukan hal mudah karena membutuhkan pertimbangan yang matang. Sehingga kamu akan mencari alasan resign yang baik dan profesional untuk disampaikan kepada atasan.

Sebagian orang tidak bisa menyampaikan alasan resign yang sebenarnya. Terutama, jika manajemen kantor suka mempersulit atau membutuhkan alasan yang jelas untuk memperbolehkan karyawannya resign.

Meskipun resign dari perusahaan adalah hal normal yang biasa dilakukan setiap orang. Kamu tetap harus mempunyai alasan resign yang baik agar bisa meyakinkan HRD. Selain itu, kamu juga perlu membuat surat resign kerja yang sopan agar terlihat profesional.

Pentingnya Menyampaikan Alasan Resign dengan Baik

Keputusan resign bisa jadi karena beberapa faktor, seperti memperoleh kesempatan karir yang lebih menjanjikan, melanjutkan studi, atau mencari lingkungan kerja yang lebih mendukung perkembangan diri.

Apapun alasan kamu, menyampaikannya ga bisa sembarangan loh. Karena hal itu akan mempengaruhi keputusan atasan terhadap pilihan kamu.

Penting menyampaikan alasan resign dengan baik. Sebab, akan menjadi sikap profesional dan menciptakan kesan yang positif kepada perusahaan dan pihak HR.

Selain itu, mampu menjaga hubungan baik kamu dengan perusahaan maupun atasan. Hal ini juga membantu kamu mempersiapkan diri untuk interview kerja selanjutnya.

Contoh Alasan Resign yang Positif

Supaya kamu ga salah langkah, berikut contoh alasan resign yang positif dan bisa menjadi referensi buat kamu, antara lain:

  • Ingin Berkembang
    Ketika kamu merasa telah memperoleh banyak pengalaman di perusahaan saat ini, dan ingin mencari peluang yang dapat mendukung pertumbuhan profesional dengan lebih optimal. Mencari perkembangan karir adalah alasan yang wajar, terutama jika kamu bisa menyampaikan dengan cara yang baik dan profesional.
  • Mencari Tantangan Baru
    Keinginan untuk keluar dari comfort zone dan mencoba tantangan baru, juga menjadi alasan yang wajar. Dengan mencoba hal baru kamu bisa memperkaya pengalaman kerja serta meningkatkan skill yang kamu miliki.
  • Pindah Domisili
    Pindah domisili bisa jadi karena alasan keluarga atau pribadi yang sering digunakan, dan mudah dimengerti oleh HR. Kondisi ini menyebabkan seseorang perlu menyesuaikan hal baru, salah satunya yaitu mencari tempat kerja yang lebih dekat dengan domisili.
  • Melanjutkan Pendidikan
    Alasan resign yang baik selanjutnya adalah melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan program tertentu. Keputusan ini biasanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, menambah pengetahuan, dan mendukung perkembangan karir di masa depan.
  • Alasan Keluarga
    Tanggung jawab dan prioritas keluarga terkadang mengharuskan seseorang untuk meninggalkan pekerjaan. Baik untuk mengurus kebutuhan, mendampingi keluarga, maupun alasan pribadi lainnya. Ini juga menjadi keputusan yang wajar selama kamu bisa menyampaikannya dengan profesional.

Alasan yang Sebaiknya Dihindari

Meskipun seseorang memiliki alasan pribadi untuk resign, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak diungkapkan karena bisa menimbulkan kesan kurang baik.

  • Merasa Bosan dan Jenuh
    Hal ini bisa jadi karena merasa bekerja cukup lama di suatu perusahaan. Resign berdasarkan kebutuhan pribadi bisa berdampak pada arah karir kedepan.
  • Menyalahkan Atasan atau Rekan Kerja
    Alasan ini harus dihindari, karena bisa membuat kamu terlihat tidak bersikap profesional.
  • Memberikan Alasan yang Tidak Sesuai Fakta
    Membuat alasan yang bertentangan dengan fakta bisa menyebabkan konflik atau kesalahpahaman dan mempengaruhi reputasi professional anda.
  • Takut Ketinggalan Peluang di Media Sosial
    Yang sering terjadi sama gen z, FOMO (Fear Of Missing Out) membuat orang merasa perlu resign karena melihat atau membandingkan achievement dengan orang lain.
  • Membagikan Masalah Pribadi Terlalu Detail
    Tidak perlu menjelaskan alasan pribadi secara detail, cukup sampaikan alasan yang relevan dan seperlunya agar tetap terlihat profesional
  • Insecure
    Merasa belum jago atau tidak berkembang menjadi alasan yang sebaiknya dihindari.

Cara Menjelaskan Alasan Resign Saat Interview

Sebaiknya luangkan waktu jauh-jauh hari sebelum kamu interview untuk menyiapkan jawaban yang meyakinkan.

  • Buat jawaban yang jelas, jujur, singkat, dan meyakinkan.
  • Rangkai kata dengan kalimat yang positif.
  • Beri jawaban yang fokus pada masa depan.
  • Jelaskan kenapa kamu kandidat yang baik untuk posisi tersebut.
  • Hindari menjelekkan perusahaan sebelumnya.
  • Tunjukkan rasa terima kasih.

Contoh:

Setelah serangkaian pertimbangan, Saya bersyukur atas perusahaan yang telah memberikan kesempatan menambah pengalaman dan mengasah skill.

Namun, saya ingin mencari peluang yang lebih besar dan membantu saya memperoleh tantangan baru yang lebih sejalan dengan tujuan karir saya. Karena itu saya memutuskan mencari kesempatan yang lebih sesuai dengan rencana pengembangan karir saya kedepan.

Baca juga: Etika Resign: Waktu, Cara, dan Tips Agar Tetap Profesional

Penutup

Itu tadi adalah beberapa alasan resign yang bisa kamu jadikan referensi jika sesuai dengan kondisi kamu saat ini. Sebelum mengajukan resign, pastikan kamu benar-benar telah mempertimbangkannya dengan matang.

Jangan melakukan resign secara mendadak ya!. Karena tentu perusahaan membutuhkan waktu untuk mencari pengganti.

Terima kasih telah membaca artikel ini hingga tuntas. Jika kamu merasa artikel ini membantu kamu, jangan lupa share ke teman ABJAYA yang lain, ya!. Supaya mereka bisa mengambil keputusan yang baik dan alasan resign yang benar.

Sampai bertemu di artikel-artikel kami selanjutnya yang akan membahas career development!