Offering letter adalah surat penawaran kerja yang diberikan perusahaan kepada kandidat terpilih melalui proses rekrutmen. Surat ini berisi informasi penting mengenai posisi yang ditawarkan, gaji, benefit, hingga tanggal mulai bekerja.
Lalu, apa bedanya dengan kontrak kerja? Biar tidak makin penasaran, yuk, kenali lebih jauh fungsi, isi, contoh, hingga cara membalas offering letter pada artikel ini!
Apa Itu Offering Letter?
Offering letter atau surat penawaran kerja adalah dokumen resmi yang diberikan oleh perusahaan kepada kandidat yang dinyatakan lolos seleksi.
Dokumen ini merupakan bentuk penawaran dari perusahaan untuk merekrut seseorang pada di posisi tertentu. Jadi, kalau kamu masih bertanya-tanya apakah offering letter sudah pasti diterima kerja, jawabannya sudah pasti 100% iya.
Biasanya, offering letter diberikan setelah kandidat berhasil melewati interview HR atau user. Di dalam offering letter, perusahaan akan menyampaikan beberapa informasi terkait posisi, gaji, kompensasi, lokasi kerja, dan tanggal mulai bekerja.
Sebelum bekerja, kamu wajib menerima offering letter sebagai berkas acuan sebelum pada akhirnya mendapatkan kontrak kerja dari HR. Selain penting dimiliki sebelum masuk, apa saja urgensi lainnya mendapatkan offering letter? Kami akan membahasnya secara lengkap.
Pentingnya Menerima Offering Letter Sebelum Bekerja
Lalu, apa sih pentingnya menerima offering letter sebelum bekerja? Berikut ini penjelasannya:
1.Kesepakatan Awal antara Perusahaan dan Calon Karyawan
Offering letter adalah bentuk kesepakatan awal antara perusahaan dengan calon karyawan. Jadi, jika ada poin dalam surat yang ingin kamu sesuaikan lagi, kamu berhak melakukan negosiasi dengan HR hingga mencapai kesepakatan bersama.
2. Mengetahui Gaji dan Benefit
Offering letter juga memberi kamu informasi mengenai besaran gaji, tunjangan, bonus, dan fasilitas lain yang mungkin perusahaan berikan. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah kompensasi yang ditawarkan sudah sesuai dengan ekspektasi kamu.
3. Menghindari Kesalahpahaman
Informasi tertulis juga membantu kandidat dan perusahaan untuk mengurangi risiko perbedaan pemahaman. Misalnya, mengenai tanggal mulai bekerja, fasilitas, atau sistem kerja yang berlaku.
Isi
Setiap perusahaan biasanya punya format yang berbeda-beda terkait isi offering letter. Namun, umumnya isi offering letter perusahaan mencakup:
1. Jabatan
Offering letter akan menyebutkan nama jabatan serta posisi yang ada pada perusahaan tersebut.
2. Tanggal Mulai Bekerja
Pada bagian ini, terdapat informasi mengenai tanggal pertama kandidat mulai bekerja di perusahaan tersebut.
3. Gaji dan Kompensasi
Selain informasi tanggal mulai kerja, terdapat juga informasi tentang gaji dan kompensasi, seperti besaran gaji pokok, tunjangan, bonus, atau kompensasi lainnya.
4. Jadwal Kerja
Informasi lainnya juga terkait dengan jadwal kerja yang didalamnya mencakup durasi kerja selama seminggu dan hari libur.
5. Masa Percobaan (Probation)
Biasanya perusahaan menerapkan sistem masa percobaan atau probation. Informasi ini juga tercantum dalam offering letter.
6. Pemutusan Hubungan Kerja
Informasi yang tidak kalah penting dalam offering letter yakni terkait pemutusan hubungan kerja. Ketentuan penting untuk menjelaskan kondisi jika terjadi pemutusan hubungan kerja di masa depan
7. Tanda Tangan Persetujuan
Bagian terakhir yakni tanda tangan persetujuan yang menandakan bahwa kandidat telah menerima tawaran kerja tersebut.
Jadi, sebelum menandatangani persetujuan, pastikan seluruh informasi sudah sesuai jelas. Jika merasa belum jelas, jangan ragu untuk bertanya atau menghubungi HR
Perbedaan Kontrak Kerja dan Offering Letter
Kedua berkas ini seringkali dianggap sama, tetapi keduanya ternyata berbeda, lo. Berikut perbedaan kontrak kerja dan offering letter:
- Kontrak Kerja: Kontrak kerja adalah dokumen legal yang mengikat perusahaan dan karyawan. Isinya mencakup durasi kerja, posisi dan tanggung jawab, jadwal kerja, gaji, dan kompensasi. Kontrak kerja mempunyai dasar hukum yang mengatur hak, kewajiban, dan ketentuan kerja kedua belah pihak.
- Offering Letter: Offering letter berisi penawaran kerja pada kandidat yang telah lolos seleksi. Surat ini mencakup informasi posisi, gaji, jadwal kerja, kompensasi, dan batas waktu untuk menerima tawaran kerja tersebut.
Apakah Offering Letter Bisa Dinego?
Jawabannya, sangat bisa! Offering letter masih bisa di nego selama perusahaan menyetujui. Negosiasi biasanya perlu kamu lakukan ketika merasa ada beberapa hal yang perlu disesuaikan lagi.
Beberapa poin yang bisa dinegosiasikan diantaranya:
- Gaji: Jika nominal gaji yang ditawarkan belum sesuai dengan ekspektasi kamu, maka kamu berhak nego ke perusahaan.
- Benefit: Benefit yang kurang sesuai, misalnya tunjangan transportasi, makan, atau fasilitas lainnya.
- Tanggal mulai bekerja: Apabila kamu masih keberatan terkait tanggal mulai bekerja atau membutuhkan waktu untuk mengurus keperluan pribadi. Sangat bisa untuk kamu nego ke HR
- Sistem kerja: Kamu juga bisa nego terkait sistem kerja apabila perusahaan menyediakan fleksibilitas terkait WFO, WFH, atau hybrid.
Pastikan tetap profesional saat kamu melakukan nego. Sampaikan alasan yang jelas dan realistis.
Contoh Offering Letter Karyawan Baru
Berikut contoh offering letter untuk karyawan baru yang bisa kamu jadikan gambaran saat menerima offering letter dari perusahaan adalah sebagai berikut:
Subjek: Offering Letter – (Nama) – (Posisi)
Kepada Yth. (Nama)
Dengan hormat,Bersama email ini dan berdasarkan proses seleksi yang telah anda lalui, dengan senang hati kami menawarkan posisi (Nama Posisi) di (Nama perusahaan). Adapun detail penawaran kerja yang kami sampaikan adalah sebagai berikut:
Nama: (Nama Kandidat)
Posisi: (Nama Posisi)
Status Kepegawaian: (status karyawan)
Tanggal Mulai Bekerja: (Tanggal)
Jam Kerja: (Senin-Jumat)
Gaji pokok: (Gaji per bulan)
Tunjangan: (Tunjangan hari raya, natal, tahun baru, dll)
Benefit: BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
Lokasi kerja: Surabaya
Sistem kerja: Work From Office (WFO)Kami melampirkan surat penawaran kerja (offering letter) resmi dalam format PDF untuk Anda pelajari lebih lanjut.
Jika Anda bersedia menerima penawaran ini, mohon menandatangani offering letter yang terlampir dan mohon kirim balasan melalui email ini paling lambat (Tanggal Batas Waktu).
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email ini atau nomor telepon (Nomor HR).
Hormat kami,
(Nama HR)
Human Resources Department
Hormat Saya
(Nama Kamu)
Cara Membalas Offering Letter
Setelah menerima offering letter, kamu harus segera membalasnya. Entah itu menerima, menolak, ataupun melakukan negosiasi.
Berikut ini cara membalas offering letter yang akan kamu terima:
Subject: Penerimaan Tawaran Pekerjaan – (Nama Posisi) – (Nama Kamu)
Yth. Bapak/Ibu (Nama HRD)
Terimakasih atas penawaran kerja yang telah diberikan kepada saya di perusahaan Bapak/Ibu.
Setelah membaca dan mempertimbangkan offering letter tersebut, dengan senang hati saya menerima tawaran untuk posisi (Nama Posisi) di (Nama Perusahaan).
Saya sangat menghargai waktu dan kesempatan yang telah diberikan Bapak/Ibu selama proses rekrutmen. Jika ada informasi maupun dokumen lain yang dibutuhkan, mohon untuk menginformasikan kepada saya.
Hormat Saya
(Nama Kamu)
Penutup
Offering letter adalah dokumen penting yang perusahaan berikan pada kandidat yang lolos tahap rekrutmen. Surat ini berisi informasi tentang posisi, gaji, benefit, dan ketentuan awal yang perusahaan tawarkan.
Jadi, jangan buru-buru dalam memberikan persetujuan sebelum kamu membaca seluruh isinya. Jika ada hal yang belum jelas, kamu bisa mendiskusikannya dengan HR. Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat untuk sobat semua yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami lainnya yang membahas seputar dunia kerja!
Baca Juga:




