Surat Lamaran Kerja: Pengertian, Struktur, dan Contohnya

Surat lamaran kerja menjadi salah satu dokumen krusial yang menentukan kesan pertama pelamar di mata perekrut. Dokumen ini selain untuk melengkapi berkas administrasi, juga mempresentasikan profesionalisme serta kemampuan komunikasi tertulis seseorang.

Di tengah persaingan dunia kerja yang ketat, setiap detail dalam surat lamaran memegang peranan penting. Struktur yang runtut, pemilihan kata, serta penyampaian informasi yang relevan mampu meningkatkan peluang untuk melangkah ke tahap seleksi berikutnya.

Melalui artikel ini, kami akan membahas tuntas berbagai aspek penting dalam menyusun surat lamaran kerja, mulai dari pengertian, struktur, dan contohnya.

Apa Itu Surat Lamaran Kerja?

Surat lamaran kerja adalah dokumen resmi yang seseorang tulis dan kirimkan kepada perusahaan untuk mengajukan diri pada posisi tertentu.

Dokumen ini menjadi sarana awal bagi pelamar untuk memperkenalkan diri, menyampaikan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Surat tersebut memiliki peran yang sangat krusial, karena pelamar dapat menunjukkan keseriusan, kesiapan, dan profesionalisme dalam mengikuti proses rekrutmen.

Struktur Surat Lamaran Kerja yang Tepat

Anda harus memperhatikan setiap bagian dari surat lamaran kerja secara detail karena perekrut menilai profesionalisme kandidat dari penyusunan dokumen sejak awal. Berikut beberapa struktur yang tepat:

Tempat & Tanggal

Letakkan tempat dan tanggal penulisan di bagian kanan atas surat. Cantumkan nama kota diikuti tanggal, bulan, dan tahun secara lengkap, misalnya: Surabaya, 4 September 2025.

Format tersebut menunjukkan ketelitian sekaligus keseriusan Anda dalam menyusun dokumen resmi.

Hindari penggunaan format singkat seperti 04/09/25 karena terkesan informal dan kurang profesional. Selain itu, selalu perbarui tanggal setiap kali Anda mengirimkan surat agar tidak terlihat menggunakan dokumen lama.

Namun, apabila Anda menulis lamaran langsung pada badan email, Anda tidak perlu mencantumkan tanggal secara terpisah karena sistem email sudah merekam waktu pengiriman secara otomatis.

Tujuan Surat

Setelah menuliskan tempat dan tanggal, arahkan surat kepada pihak yang tepat. Pada bagian ini, Anda perlu mencantumkan jabatan penerima, nama perusahaan, serta nama lengkap penerima surat apabila memungkinkan.

Misalnya, Anda dapat menulis kepada Manajer Rekrutmen atau tim Human Resource Development (HRD) di perusahaan yang dituju.

Menyebutkan nama penerima secara spesifik memberikan kesan personal dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar meneliti perusahaan tersebut.

Namun, jika Anda tidak mengetahui nama individu yang bertanggung jawab, Anda tetap dapat menuliskan jabatan resminya. Pastikan penulisan bagian ini tetap sopan, ringkas, dan tidak berlebihan.

Isi Utama

Bagian isi menjadi inti dari surat lamaran kerja. Setelah menuliskan salam pembuka yang formal, perkenalkan diri Anda secara singkat dan jelas dalam bentuk paragraf, bukan daftar poin.

Pada bagian ini, Anda perlu langsung menyampaikan identitas dasar serta posisi yang Anda lamar agar perekrut segera memahami tujuan surat.

Pada paragraf berikutnya, jelaskan pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, keterampilan utama, serta pencapaian yang relevan dengan posisi tersebut. Fokuslah pada kompetensi yang benar-benar sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

Hindari pernyataan umum tanpa bukti, seperti “saya pekerja keras,” dan menggantinya dengan contoh konkret yang menunjukkan kontribusi nyata. Dengan cara ini, Anda membantu perekrut melihat nilai tambah yang Anda tawarkan.

Salam Penutup

Di bagian akhir, tegaskan kembali minat dan kesiapan Anda untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya.

Sampaikan harapan untuk memperoleh kesempatan wawancara dengan kalimat yang sopan dan percaya diri. Jaga agar paragraf penutup tetap singkat, padat, dan tidak bertele-tele.

Setelah itu, beri satu baris kosong sebelum menuliskan salam penutup formal dan tanda tangan Anda. Cantumkan nama lengkap di bawah tanda tangan agar dokumen terlihat rapi dan profesional.

Contoh Surat Lamaran Kerja

Berikut adalah contoh surat lamaran kerja yang sesuai struktur dan kaidah penulisan yang tepat. Anda dapat menjadikannya sebagai referensi dasar, lalu menyesuaikannya kembali dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta posisi yang ingin dilamar.

contoh surat lamaran kerja dari ab jaya

Kesalahan Saat Membuat Surat Lamaran Kerja

Dalam menulis surat lamaran kerja, banyak pelamar yang kurang cermat dalam menyusunnya. Kesalahan kecil saja dapat mengurangi peluang Anda untuk lolos ke tahap berikutnya.

Agar Anda tidak mengalaminya, simak beberapa kesalahan saat membuat surat tersebut, antara lain:

  1. Tidak menuliskan tujuan dan identitas posisi secara spesifik
    Tidak mencantumkan nama perusahaan atau posisi yang dilamar secara jelas, membuat surat lamaran kerja terlihat generik. Hal itu dapat membuat perekrut meragukan keseriusan dan komitmen Anda terhadap lowongan tersebut.
  2. Format dan tata letak tidak konsisten
    Tampilan surat yang tidak teratur dapat mengganggu kesan profesional. Anda dapat memeriksa kembali kerapian format sebelum mengirimkan lamaran, karena detail visual memengaruhi penilaian awal perekrut secara signifikan.
  3. Penggunaan bahasa terlalu santai dan tidak profesional
    Penggunaan bahasa sehari-hari dapat menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap etika komunikasi. Pilih diksi yang jelas dan tetap menghormati pihak perusahaan agar pesan Anda tersampaikan dengan tepat dan meyakinkan.
  4. Informasi diri tidak lengkap
    Banyak pelamar mengisi informasi diri kurang lengkap. Pastikan kontak, nama lengkap, serta kompetensi utama Anda tercantum dengan jelas. Fokuskan isi surat pada pengalaman dan keterampilan yang benar-benar relevan.
  5. Isi terlalu singkat dan penutup kurang meyakinkan
    Surat yang terlalu singkat tanpa penjelasan memadai menunjukkan kurangnya  kesungguhan. Tegaskan kembali minat Anda dan sampaikan apresiasi agar surat berakhir dengan kesan positif dan profesional.

Baca Juga: Cara Mencari Pekerjaan yang Efektif dan Cepat

Penutup

Setiap bagian dalam surat lamaran kerja memerlukan ketelitian, kejelasan, serta kesesuaian dengan posisi yang dilamar agar mampu memberikan kesan pertama yang kuat.

Pastikan Anda meninjau kembali struktur, bahasa, dan isi sebelum mengirimkannya ke perusahaan. Jika perlu, lakukan revisi beberapa kali hingga benar-benar optimal.

Mulailah menyusun surat Anda dengan struktur yang tepat dan tingkatkan peluang untuk mendapat panggilan wawancara.