10 Pertanyaan Interview Fresh Graduate Beserta Jawabannya! 

Hai, sobat ABJAYA! Pastinya kamu masih berpikir bahwa pertanyaan interview fresh graduate terasa menegangkan. Apalagi jika ini pengalaman pertama bertemu langsung HR dan user. 

Rasa gugup tersebut sebenarnya sangat wajar. Kamu tidak perlu menghafal semua jawaban. Cukup pahami pengalaman, kemampuan, dan alasan kenapa kamu tertarik pada posisi tersebut. 

Mau tahu apa saja pertanyaan–pertanyaan interview yang biasanya sering muncul saat interview kerja? Yuk, simak artikel berikut!

1. Ceritakan Tentang Diri Kamu! 

Pertanyaan ini pasti selalu muncul di awal interview. HR ingin mengetahui latar belakang pengalaman dan kemampuan yang kamu punya sebelum akhirnya diterima kerja. Kamu bisa jawab dengan memperkenalkan nama, pendidikan, pengalaman relevan, dan skill yang bisa kamu hubungkan dengan posisi yang dilamar. 

Contoh jawaban: 

“Perkenalkan saya X, saya merupakan lulusan kampus X jurusan Ilmu Komunikasi. Selama kuliah, saya aktif mengikuti kegiatan organisasi. Selain itu, saya pernah mengikuti kegiatan magang sebagai SEO Writer sehingga terbiasa membuat artikel, melakukan riset, dan menerapkan SEO. Pengalaman tersebut membuat saya tertarik untuk mengembangkan skill pada posisi yang berkaitan dengan content dan marketing”.

2. Kenapa Kamu Tertarik Melamar Posisi Ini? 

HR biasanya ingin memastikan alasan kamu melamar dan ketertarikan pada posisi yang tersedia. Mereka juga ingin melihat apakah kamu sudah paham tentang pekerjaan tersebut. Nah, saat menjawab pertanyaan interview fresh graduate yang ini, hubungkan alasanmu dengan pengalaman, skill, dan tujuan karier kedepan. 

Contoh jawaban:

“Saya tertarik dengan posisi ini karena pekerjaannya sesuai dengan pengalaman dan kemampuan saya. Seperti membuat konten, melakukan riset, dan mengelola media sosial. Saya ingin mengembangkan kemampuan tersebut sekaligus belajar lebih banyak melalui pengalaman kerja langsung.”

3. Apa yang Kamu Ketahui Tentang Perusahaan Ini? 

Sebelum interview, luangkan waktu untuk mencari tahu tentang perusahaan yang mendunga kamu. Kamu bisa mempelajari produk, layanan, budaya kerja, atau informasi terbaru dari website maupun sosial media perusahaan. 

Contoh jawaban: 

“Berdasarkan informasi yang saya pelajari, perusahaan ini bergerak pada bidang retail dan distributor vape terkemuka di Jawa Timur. Saya juga melihat bahwa perusahaan cukup aktif mengembangkan produk dan komunikasinya melalui berbagai platform digital. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk bergabung di perusahaan ini.”

4. Pengalaman Apa yang Berkesan dan Linier dengan Posisi yang Kamu Lamar? 

Sebagai fresh graduate, pastinya kamu belum punya pengalaman kerja, tapi bukan berarti kamu tidak menarik. Pilih satu pengalaman berkesan  yang relevan dengan posisi. Ceritakan ke interviewer apa tugas, tantangan, tindakan, dan hasilnya.  

Contoh jawaban: 

“Pengalaman paling berkesan bagi saya adalah saat mengikuti program magang sebagai content writer. Tugas saya melakukan riset keywoard dan membuat artikel SEO. Awalnya masih kesulitan dalam membuat judul atau membuat topik artikel, tetapi saya terus belajar dan evaluasi diri. Hasilnya, salah satu artikel yang saya tulis berhasil masuk halaman pertama Google”. 

5. Sejauh Mana Kompetensi dan Skill kamu sesuai dengan posisi yang kamu lamar? 

Pertanyaan ini membantu HR melihat hubungan antara kemampuanmu dengan kebutuhan posisi. Hindari memberikan jawaban yang singkat ke HR. Jelaskan bagaimana kamu menggunakan kemampuan tersebut dalam pengalaman nyata. 

Contoh jawaban: 

“Saya memiliki kemampuan komunikasi, writing, riset, dan SEO yang cukup sesuai dengan posisi ini. Saat magang, saya menggunakan kemampuan tersebut untuk membuat artikel berdasarkan keyword tertentu. Saya juga terbiasa melakukan riset sebelum menulis supaya konten yang saya buat sesuai dengan kebutuhan audiens.”

6. Bagaimana Atur Waktu Antara Kuliah, Magang, dan Organisasi? 

Pertanyaan interview fresh graduate selanjutnya adalah tentang manajemen waktu. Kuliah, organisasi, dan magang tentunya punya jadwal masing-masing. HR ingin melihat apakah kamu mampu mengatur prioritas saat beberapa tanggung jawab muncul secara bersamaan. 

Contoh jawaban: 

“Biasanya saya membuat prioritas berdasarkan deadline dan tingkat kepentingannya. Tugas kuliah deadlinenya dekat biasanya saya selesaikan dulu, lalu saya mengatur waktu untuk organisasi dan magang. Saya juga menggunakan to-do list agar tidak ada pekerjaan yang terlewat”. 

7. Apa Kelebihan dan Kekurangan Kamu? 

Pertanyaan ini seringkali muncul saat interview fresh graduate. Pada bagian kelebihan, pilih kemampuan yang benar-benar menjadi kekuatanmu. Sementara itu, saat membahas kekurangan, pilih hal yang masih bisa kamu perbaiki. Jelaskan juga usaha yang kamu lakukan untuk mengatasinya.

Contoh jawaban:

“Salah satu kelebihan saya adalah orang yang cukup cepat dan tanggap dalam mengerjakan tugas. Untuk kekurangannya, saya masih kurang teliti dalam pengerjaan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebelum mengumpulkannya, saya akan cek terlebih dahulu apakah ada yang belum sesuai atau terlewat. Jika dirasa sempurna, saya akan langsung mengumpulkan pekerjaan tersebut.”.

8. Bagaimana Kamu Menghadapi Tekanan atau Deadline? 

Pekerjaan pasti selalu punya target dan deadline. Oleh karena itu, HR ingin mengetahui cara kamu menghadapi situasi saat pekerjaan menumpuk. 

Contoh jawaban: 

“Saya selalu membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian agar lebih mudah saya kerjakan. Setelah itu, saya menentukan prioritas berdasarkan deadline. Jika ada kendala yang berpotensi menghambat pekerjaan, saya akan segera menyampaikannya ke tim atau atasan agar bisa mendapat solusi.”

9. Kontribusi Apa yang Bisa Kamu Berikan Pada Perusahaan? 

Sebagai fresh graduate kamu mungkin belum punya pengalaman kerja. Namun, kamu bisa tetap menunjukkan kontribusi melalui skill dan pengalaman yang sudah kamu miliki. 

Contoh jawaban: 

“Saya dapat berkontribusi melalui kemampuan komunikasi, riset, dan pembuatan konten yang saya miliki. Saya juga siap mempelajari sistem kerja perusahaan supaya bisa menjalankan tugas secara maksimal. Selain menyelesaikan tanggung jawab, saya ingin ikut memberikan ide yang bisa membantu tim mencapai target.”

10. Kenapa Kami Harus Terima Kamu? 

Pertanyaan interview fresh graduate ini pasti sering membuat fresh graduate bingung. Kamu tidak perlu membandingkan diri dengan kandidat lain. Fokus pada kelebihan yang bisa kamu tawarkan, ya.

Contoh jawaban: 

“Walaupun masih fresh graduate. saya sudah mempunyai pengalaman magang, organisasi, dan beberapa project. Saya juga terbiasa belajar hal baru. Saya yakin kemampuan yang saya miliki, serta pengalaman bisa membantu pekerjaan pada posisi ini”.

Itulah sejumlah pertanyaan interview fresh graduate yang sering diberikan saat wawancara kerja. Apakah semua daftar di atas sudah kamu siapkan dengan baik? Jika belum, kamu bisa menjadikan jawaban di atas sebagai referensi agar wawancaramu lancar seperti bukan wawancara kerja pertama.

Mantapkan persiapan interviewmu dengan amunisi berikut:

Setelah melalui tahap interview, kamu bisa menanyakan hasil interview ke HR, lo. Jangan sungkan, kamu bisa ikuti cara menanyakan hasil interview tanpa terkesan mendesak.

Penutup

Menghadapi interview sebagai fresh graduate memang kadang bikin deg-degan. Apalagi ketika HR mulai memberikan pertanyaan yang belum pernah kamu dengar sebelumnya. 

Dengan persiapan yang matang, Sobat ABJAYA bisa menghadapi pertanyaan interview fresh graduate dengan lebih tenang dan percaya diri. 

Terimakasih telah membaca artikel ini. Jika bermanfaat, jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami dengan pembahasan lainnya seputar dunia kerja. Semoga interviewmu berjalan sukses!