Halo teman ABJAYA! Istilah HRD dan Personalia sering dianggap sama, karena keduanya sama-sama berkaitan dengan pengelolaan karyawan. Padahal, HRD dan personalia memiliki fokus pekerjaan yang berbeda loh.
Sederhananya, personalia lebih fokus pada urusan administrasi dan kebutuhan karyawan. Sedangkan, HRD memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk pengembangan karyawan dan pengelolaan sumber daya manusia.
Agar tidak salah lagi dalam mengartikan kedua pekerjaan ini, mari simak artikel ini hingga tuntas, untuk mengetahui perbedaan HRD dan Personalia!
Perbedaan HRD dan Personalia
Meskipun memiliki beberapa tugas yang saling berkaitan, HRD dan personalia memiliki perbedaan dari segi fokus, tugas, hingga cakupan kerja. Berikut ini perbedaan antara HRD dan Personalia:
Definisi HRD dan Personalia
HRD atau Human Resources Development merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam mengelola sekaligus mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan. Fokus HRD tidak hanya pada kebutuhan karyawan saat ini, tapi juga pada pengembangan kemampuan dan potensi mereka untuk mendukung tujuan perusahaan. HRD menjadi jembatan penghubung antara karyawan dengan perusahaan.
Sedangkan, Personalia adalah divisi yang mengurus administrasi dan kebutuhan operasional karyawan. Posisi ini umumnya menangani berbagai dokumen dan data karyawan, seperti absensi, cuti, kontrak kerja, hingga dokumentasi lainnya.
Jadi, perbedaan dasar antara keduanya adalah HRD lebih fokus pada pengelolaan dan pengembangan SDM, sedangkan Personalia lebih banyak menangani administrasi karyawan.
Tugas HRD dan Personalia
Selain definisi, tugas atau tanggung jawab kedua posisi ini juga berbeda, berikut ini adalah perbedaannya:
Beberapa tugas HRD:
- Melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan.
- Menyusun program pelatihan dan pengembangan.
- Mengelola dan mengevaluasi kinerja karyawan.
- Membantu menyusun strategi pengembangan SDM.
- Menjaga hubungan baik antara karyawan dan perusahaan.
- Mengelola program career development.
Sementara, tugas Personalia mencakup:
- Mengelola data dan dokumen karyawan.
- Mengurus absensi dan cuti.
- Mengelola administrasi kontrak kerja karyawan.
- Membantu proses administrasi penggajian.
- Mengelola administrasi terkait peraturan ketenagakerjaan.
Tugas HRD lebih fokus pada pelatihan dan pengembangan karyawan, agar mereka bisa memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan. Sedangkan, Personalia lebih fokus pada tugas administrasi karyawan.
Cakupan Kerja
HRD memiliki ruang lingkup yang lebih luas mencakup pengelolaan dan pengembangan karyawan secara menyeluruh. Selain itu posisi ini juga menjembatani hubungan antara karyawan dan perusahaan. Oleh karena itu, HRD lebih sering berinteraksi dengan karyawan.
Sementara, cakupan kerja seorang Personalia lebih sempit, karena fokus pada urusan administrasi karyawan, seperti data dan dokumen karyawan, absensi cuti, administrasi kontrak kerja, hingga administrasi peraturan ketenagakerjaan. Sehingga, tidak terlalu sering berinteraksi dengan karyawan.
Meskipun berbeda, HRD dan personalia tetap saling berkaitan. Kedua divisi ini memiliki peran penting dalam membantu perusahaan untuk mengelola karyawan dengan baik.
Baca juga: Apa Itu HRD? Pengertian, Tugas & Manfaatnya di Perusahaan
Kesimpulan
Perbedaan HRD dan Personalia paling utama terletak pada fokus pekerjaannya. HRD lebih fokus pada hubungan antara karyawan dan perusahaan, termasuk memberikan pelatihan dan pengembangan untuk setiap karyawan. Sementara itu, Personalia lebih fokus pada urusan administrasi dan kebutuhan operasional karyawan.
Meskipun memiliki tugas yang berbeda, keduanya saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Peran kedua divisi ini sangat penting dalam sebuah perusahaan, karena membantu mengelola hubungan antara karyawan dan perusahaan, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan perusahaan.
Terima kasih telah membaca hingga tuntas, share dan nantikan artikel lain dari kami yang bermanfaat untuk karir kamu!




