Cara Membuat Work Instruction yang Benar dan Efektif

Cara membuat work instruction atau WI perlu kamu pahami agar instruksi kerja dapat membantu karyawan menjalankan tugas secara jelas dan konsisten. Formatnya dapat menyesuaikan kebutuhan perusahaan.

Namun, penyusunan instruksi kerja tetap membutuhkan proses yang sistematis. Dengan begitu, setiap tahapan pekerjaan dapat tersusun secara jelas dan mudah dipahami.

Lalu, bagaimana cara membuat work instruction yang benar dan efektif? Mari, simak artikel ini hingga tuntas untuk mendapatkan jawabannya!

Cara Membuat Work Instruction

Berikut beberapa cara membuat work instruction agar instruksi kerja dapat berjalan sesuai tujuan dan kebutuhan perusahaan.

1. Tentukan Tugas untuk Work Instruction

Sebelum menulis work instruction, tentukan tujuan instruksi kerja serta unit kerja atau proses yang akan kamu jelaskan.

Instruksi kerja umumnya mendampingi SOP dan berfokus pada satu tugas spesifik, bukan seluruh proses dalam suatu pekerjaan.

2. Amati Proses Kerja untuk Work Instruction

Selanjutnya, pastikan work instruction sesuai dengan cara kerja di lapangan. Amati setiap tahapan pekerjaan dan catat hal-hal penting yang berkaitan dengan proses tersebut.

Catat alat dan bahan, urutan kerja, standar yang harus dipenuhi, serta potensi risiko yang dapat muncul selama pekerjaan berlangsung.

3. Tulis Langkah Work Instruction dengan Jelas

Gunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. Kemudian, susun setiap langkah secara berurutan agar karyawan dapat mengikuti instruksi tanpa kebingungan.

Hindari istilah yang tidak umum. Jika istilah teknis memang diperlukan, berikan penjelasan singkat agar karyawan dapat memahami maksudnya.

4. Tambahkan Visual pada Work Instruction

Jika teks belum cukup untuk menjelaskan proses pekerjaan, tambahkan gambar, ilustrasi, diagram, atau video.

Selain itu, visual dapat membantu memperjelas posisi alat, cara menggunakan mesin, maupun contoh hasil pekerjaan yang sesuai dengan standar.

5. Uji Coba Bersama Pelaksana

Setelah menyelesaikan WI, lakukan uji coba bersama karyawan yang menjalankan pekerjaan tersebut.

Pastikan karyawan dapat memahami dan menerapkan setiap langkah dengan baik. Jika ada bagian yang kurang jelas atau tidak sesuai kondisi lapangan, segera revisi bersama pelaksana.

6. Sosialisasikan dan Update

Setelah pihak terkait menyetujui WI, sosialisasikan instruksi tersebut kepada karyawan.

Selain itu, lakukan pembaruan secara berkala ketika perusahaan mengubah proses, alat, mesin, standar, atau metode kerja.

Dengan begitu, instruksi kerja tetap relevan dan dapat menjadi panduan kerja yang akurat bagi karyawan.

Contoh Work Instruction Pengoperasian Mesin

Setelah memahami cara membuat WI, berikut contoh penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari. Contoh ini menggunakan format step by step yang mencakup informasi dokumen, tujuan, ruang lingkup, PIC, alat dan bahan, langkah kerja, serta catatan keselamatan.

Komponen Informasi
Judul Work Instruction Pengoperasian Mesin Produksi
No Dokumen WI-PRD-001
Tujuan Memberikan panduan kepada operator agar dapat mengoperasikan mesin sesuai prosedur dan standar keselamatan kerja.
Ruang Lingkup Proses pengoperasian mesin produksi di area produksi.
PIC Operator Produksi
Alat dan Bahan
  • Mesin produksi
  • Bahan produksi
  • APD sesuai ketentuan
Langkah-langkah Kerja
  1. Pastikan kondisi mesin dan area kerja aman.
  2. Periksa kondisi mesin sebelum menggunakannya.
  3. Gunakan APD sesuai ketentuan keselamatan kerja.
  4. Pastikan bahan yang akan diproses tersedia dan sesuai spesifikasi.
  5. Nyalakan mesin sesuai prosedur pengoperasian.
  6. Atur parameter mesin sesuai standar yang telah ditentukan.
  7. Jalankan proses produksi dan periksa kondisi mesin selama proses berlangsung.
  8. Setelah pekerjaan selesai, matikan mesin sesuai prosedur.
  9. Bersihkan mesin dan area kerja setelah menggunakannya.
Tanggal Berlaku 25-9-2026
Revisi 00

Catatan keselamatan: Jangan mengoperasikan mesin jika terdapat kerusakan atau kondisi yang tidak aman. Pastikan APD terpakai selama proses kerja dan ikuti prosedur keselamatan yang berlaku.

Contoh Work Instruction Unggah Artikel

Selain pengoperasian mesin, cara membuat WI juga dapat diterapkan pada pekerjaan digital. Berikut contoh instruksi kerja untuk proses unggah dan publikasi artikel di website.

Komponen Informasi
Judul Work Instruction Unggah Artikel di Website
No Dokumen WI-MKT-001
Tujuan Memberikan panduan kepada pengelola website agar proses unggah dan publikasi artikel berjalan konsisten sesuai standar perusahaan.
Ruang Lingkup Proses unggah dan publikasi artikel pada website perusahaan.
PIC SEO Content Writer/SEO
Alat dan Bahan
  • Komputer atau laptop
  • Akses administrator website
  • Naskah artikel
  • Gambar pendukung
Langkah-langkah Kerja
  1. Login ke halaman administrator website menggunakan akun yang telah diberikan.
  2. Pilih menu Artikel atau Posts, kemudian pilih opsi untuk membuat artikel baru.
  3. Masukkan judul dan isi artikel sesuai naskah yang telah disiapkan.
  4. Tambahkan gambar utama dan gambar pendukung sesuai kebutuhan.
  5. Atur kategori dan tag artikel sesuai ketentuan website.
  6. Lengkapi elemen SEO, seperti meta title dan meta description.
  7. Periksa kembali isi artikel, format tulisan, gambar, dan tautan.
  8. Gunakan fitur Preview untuk memastikan tampilan artikel sudah sesuai.
  9. Publikasikan artikel setelah seluruh bagian sesuai.
  10. Buka halaman website dan lakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan artikel tampil dengan baik.
Tanggal Berlaku 25-9-2026
Revisi 00

Catatan: Pastikan artikel telah melalui pemeriksaan atau persetujuan sesuai alur kerja perusahaan sebelum mulai publikasi.

Baca juga: Side Hustle: Pengertian, Contoh, dan Tips Memulainya

Penutup

Work instruction dapat memuat urutan langkah kerja, penggunaan alat, standar keselamatan, hingga hal-hal yang perlu karyawan perhatikan selama pekerjaan.

Dengan menggunakan WI, karyawan dapat memahami alur kerja secara lebih jelas. Selain itu, panduan yang terstruktur membantu karyawan menjalankan tugas secara lebih konsisten dan efektif.

Terima kasih telah membaca artikel ini hingga tuntas. Ingin mendapatkan informasi seputar career development? Tetap bersama ABJAYA dan nantikan artikel kami lainnya!