Brand Storytelling: Pengertian, Manfaat dan Contohnya

Brand semakin sulit menarik perhatian hanya dengan promosi biasa. Konsumen kini memilih merek yang punya nilai, emosi, dan cerita. Brand storytelling merupakan strategi yang membuat merek lebih mudah diingat dan dekat dengan audiens.

Apa Itu Brand Storytelling?

Brand storytelling adalah cara sebuah merek menyampaikan pesan melalui cerita. Tujuannya bukan hanya menjual produk, tetapi membangun hubungan emosional dengan audiens melalui nilai, pengalaman, dan identitas merek.

Tujuan utamanya adalah membuat merek terasa relevan. Cerita membantu konsumen memahami alasan sebuah merek hadir, apa yang diperjuangkan, dan mengapa merek tersebut layak untuk audiens pilih.

Mengapa Brand Storytelling Penting?

Konsumen kini lebih suka merek yang autentik. Storytelling membangun kepercayaan dan lebih manusiawi terhadap sebuah merek. Cerita yang kuat juga membantu membedakan merek di tengah pasar yang penuh kompetitor.

Hal ini memberi banyak dampak positif. Berikut ini adalah beberapa dampak positifnya, yaitu:

  • Meningkatkan ingatan konsumen terhadap merek.

  • Membantu membangun loyalitas jangka panjang.

  • Memperkuat identitas dan nilai merek.

  • Membuat audiens mudah menerima pesan pemasaran.

Contoh Brand Lokal yang Sukses Menggunakan Storytelling

1. Indomie

Indomie terkenal bukan hanya sebagai mie instan, tetapi simbol kebersamaan. Storytelling mereka sering menyorot momen sederhana seperti makan bersama keluarga yang membuat Indomie terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

2. Merek dari PT Paragon Technology

Wardah, Kahf, dan brand Paragon lainnya punya cerita yang kuat. Fokusnya ada pada nilai halal, inovasi, dan perjalanan menjadi brand kecantikan lokal yang dipercaya masyarakat. Cerita ini berhasil membangun citra positif sekaligus loyalitas tinggi.

3. Gojek

Gojek selalu menampilkan cerita tentang dampak sosial. Mulai dari perjuangan mitra driver hingga perubahan gaya hidup digital masyarakat Indonesia. Cerita ini membuat Gojek terlihat relevan, dekat, dan bermakna.

Baca Juga: Branding: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Kesimpulan

Brand storytelling adalah strategi penting untuk membangun hubungan emosional dengan audiens. Oleh karena itu, brand dengan cerita yang tepat, sebuah merek lebih mudah diingat dan dipercaya.

Contoh dari Indomie, Paragon, dan Gojek membuktikan bahwa cerita yang kuat mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi sebuah brand.