Cara Menanyakan Hasil Interview Tanpa Terkesan Mendesak

Banyak kandidat mempertanyakan bagaimana cara menanyakan hasil interview setelah menyelesaikan proses wawancara kerja. Menunggu kabar dari perusahaan memang bisa menimbulkan rasa cemas dan tidak pasti.

Namun, Anda tetap perlu bersikap tenang dan profesional saat ingin melakukan follow-up. Menanyakan hasil interview bukanlah tindakan yang keliru, selama Anda memilih waktu yang tepat dan menggunakan bahasa yang sopan.

Di artikel ini akan membahas panduan lengkap cara menanyakan hasil interview dari waktu yang tepat, contoh kalimatnya, hingga apa yang harus Anda lakukan jika tidak mendapat balasan. Silahkan simak sampai selesai.

Waktu yang Tepat Menanyakan Hasil Interview

Menentukan waktu yang tepat sangat penting sebelum Anda menanyakan hasil interview. Hindari menghubungi HR di luar jam kerja karena tindakan tersebut dapat menimbulkan kesan kurang profesional.

Kirim pesan pada hari dan jam kerja, umumnya antara pukul 09.00 hingga 16.00. Selain itu, jaga jarak antar pesan. Jika pesan pertama belum mendapat balasan, beri jeda setidaknya satu hingga dua hari sebelum mengirim follow-up berikutnya.

Apabila pewawancara menyampaikan estimasi waktu, misalnya dua minggu, tunggu hingga batas waktu tersebut terlewati sedikit sebelum menghubungi kembali.

Jika mereka tidak memberikan informasi apapun, Anda dapat menunggu sekitar 5-7 hari kerja setelah interview untuk menanyakan perkembangan proses seleksi secara sopan dan terukur.

Contoh Kalimat Follow Up yang Profesional

Agar pesan Anda terlihat profesional, susun kalimat secara ringkas dan jelas. Hindari bahasa yang terlalu santai dan terkesan menuntut. Berikut contoh kalimat follow-up yang dapat Anda jadikan referensi:

Via WhatsApp

Selamat siang, Bapak/Ibu [Nama]

Perkenalkan, saya [Nama Lengkap], kandidat untuk posisi [Nama Posisi] yang telah mengikuti wawancara pada [Tanggal Wawancara]. Melalui pesan ini, bermaksud menanyakan perkembangan proses seleksi untuk posisi tersebut. Hingga saat ini, minat untuk bergabung dan berkontribusi di [Nama Perusahaan] tetap kuat, khususnya setelah memperoleh penjelasan mengenai tanggung jawab serta target kerja pada sesi wawancara lalu.

Apabila sudah terdapat informasi terkait hasil atau tahapan selanjutnya, besar harapan untuk dapat menerimanya. Terima kasih atas waktu dan perhatian Bapak/Ibu.

Hormat,

[Nama Lengkap]

Via Email

Subjek: Follow Up Hasil Interview – [Nama Lengkap]

Yth. Bapak/Ibu [Nama Pewawancara],

Perkenalkan saya [Nama Lengkap], kandidat posisi [Nama Posisi], telah menjalani wawancara pada [Tanggal] di [Nama Perusahaan]. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berdiskusi lebih jauh mengenai peran dan kontribusi yang diharapkan dari posisi tersebut.

Email ini dikirim untuk menanyakan perkembangan proses rekrutmen yang sedang berlangsung. Ketertarikan terhadap posisi [Nama Posisi] semakin kuat setelah memahami visi tim dan target kerja yang telah dijelaskan.

Apabila terdapat informasi terbaru mengenai hasil seleksi atau tahapan berikutnya, mohon kesediaannya untuk menyampaikan pembaruan tersebut. Terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan.

Hormat,

[Nama Lengkap]

[Nomor Telepon]

Hal yang Perlu Dihindari

Saat menanyakan hasil interview, Anda perlu menjaga etika komunikasi dan menghindari sikap yang dapat menimbulkan kesan kurang profesional. Perhatikan beberapa hal berikut agar follow up tetap memberi kesan positif:

Menghubungi terlalu sering dalam waktu berdekatan

Banyak kandidat kehilangan kesan profesional karena mengirim pesan berulang dalam jarak waktu yang terlalu dekat. Anda perlu memahami bahwa proses rekrutmen sering melibatkan beberapa tahap evaluasi internal.

Ketika Anda mengirim pesan setiap hari atau bahkan beberapa kali dalam sehari, HR dapat menilai Anda kurang sabar dan kurang memahami alur kerja perusahaan. Berikan jeda yang wajar sebelum melakukan follow up berikutnya.

Sikap tenang dan terukur justru menunjukkan kedewasaan serta kemampuan mengelola ekspektasi dengan baik dalam situasi profesional.

Menggunakan bahasa terlalu santai atau kurang sopan

Hindari penggunaan singkatan informal, emoji berlebihan, atau gaya bahasa yang terlalu akrab. Meskipun Anda mengirim pesan melalui WhatsApp, tetap jaga standar komunikasi profesional.

Cara Anda menyusun kalimat mencerminkan etika kerja dan sikap terhadap perusahaan. Pilih diksi yang jelas, sopan, dan langsung pada tujuan tanpa bertele-tele.

Bahasa yang tertata rapi membantu HR memahami maksud Anda dengan cepat sekaligus memperkuat citra sebagai kandidat yang serius dan siap bekerja dalam lingkungan profesional.

Menunjukkan nada mendesak atau menuntut

Beberapa kandidat tanpa sadar menggunakan kalimat yang bernada menekan, seperti meminta kepastian segera atau mempertanyakan lamanya proses seleksi.

Hindari sikap tersebut karena dapat menimbulkan kesan kurang menghargai kebijakan perusahaan. Anda tetap boleh menanyakan perkembangan, tetapi sampaikan dengan nada netral dan menghargai pihak perusahaan.

Fokus pada keinginan memperoleh informasi, bukan menuntut jawaban. Pendekatan yang santun akan menjaga hubungan baik meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Mengabaikan detail penting dalam pesan

Jangan mengirim pesan tanpa mencantumkan nama lengkap, posisi yang dilamar, atau tanggal wawancara.

HR menangani banyak kandidat dalam waktu bersamaan, sehingga informasi yang tidak lengkap dapat menyulitkan mereka menelusuri data Anda. Susun pesan secara ringkas namun informatif agar memudahkan proses pengecekan.

Ketelitian dalam menyampaikan detail kecil mencerminkan kemampuan administrasi dan tanggung jawab pribadi, dua hal yang sangat penting dalam proses seleksi kerja.

Jika Tidak Ada Balasan, Apa yang Harus Dilakukan

Ketika Anda belum menerima respons setelah mengirim follow up, tetaplah tenang dan ambil langkah yang terukur. Berikut beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan:

  1. Beri jeda beberapa hari kerja
    Tunggu sekitar 3-5 hari kerja sebelum mengirim pesan lanjutan. Perusahaan sering membutuhkan waktu untuk mengevaluasi kandidat dan menyelesaikan proses internal. Sikap sabar menunjukkan profesionalisme Anda.
  2. Kirim follow up kedua yang lebih ringkas
    Jika belum ada balasan, kirim pesan kedua dengan isi lebih singkat dan langsung pada tujuan. Hindari nada mendesak. Tegaskan kembali minat Anda pada posisi tersebut dan sampaikan dengan bahasa yang tetap sopan.
  3. Gunakan media komunikasi yang tepat
    Apabila sebelumnya Anda menghubungi melalui WhatsApp tanpa respons, pertimbangkan mengirim email resmi. Pilih satu jalur komunikasi yang paling profesional dan hindari menghubungi melalui banyak platform sekaligus.
  4. Tetap aktif mencari peluang lain
    Jangan menunggu satu hasil saja. Terus kirim lamaran dan ikuti proses seleksi di tempat lain. Langkah ini membantu Anda menjaga peluang tetap terbuka sekaligus mengurangi tekanan selama menunggu kepastian.
  5. Lakukan evaluasi diri
    Gunakan waktu menunggu untuk mengevaluasi performa saat interview. Perbaiki jawaban, perbarui CV, dan tingkatkan kesiapan Anda. Pendekatan reflektif seperti ini membantu Anda tampil lebih siap pada kesempatan berikutnya.

Baca Juga: Perkenalan Diri Saat Interview: Cara Agar Lebih Profesional

Penutup

Menanyakan hasil interview merupakan langkah yang wajar selama Anda melakukannya dengan waktu dan cara yang tepat.

Sikap profesional, sabar, serta komunikasi yang sopan akan membantu Anda tetap meninggalkan kesan positif, apapun hasil akhirnya.

Pastikan Anda menerapkan panduan di atas agar proses follow up berjalan lebih percaya diri dan terarah. Jika artikel ini bermanfaat, bagikan kepada teman yang sedang menunggu hasil interview agar mereka juga tidak salah langkah.